COret coretan = norak
Upz.. Jangan tersinggung yah..
Saya hanya ingin menyampaikan pendapat gua..
Gua heran, kenapa sih lu mau coret-coretan baju gitu?
Kagak bangga ya jadi anak sekolah?
Sampe2 bajunya dicoret-coret + dirobek-robek segala..
Lu itu udah SMA!
Jangan kayak anak kecil gitu lah..
Buat apa sekolah SMA 3 taun kalau ujung-ujungnya berprilaku kayak anak SD!?
.
Gini lho Frend, kita boleh bangga karena lulus dari SMA / dunia persekolahan..
Tapi inget,, perjuangan kita belum sampe sini..
Kalau lu lulus skolah,, lu itu PENGANGGURAN!
Lha iya,, mau dibilang apa?
'Siswa' bukan,, 'mahasiswa' juga bukan,, atau yang mau cari kerjaan juga belum jadi 'pegawai' tuh..
Lha terus apa yang lu banggain??
.
Mendingan duit pylox sama spidol + duit bensin buat konvoi digunain aja buat makan-makan bareng temen..
Kan sama aja,, ngerayain kelulusan..
Inget Bro, bensin sekarang ini jadi barang yang LANGKA!
Ngantri di POM BENSIN itu bisa sampe setengah jam lebih!!
.
Terus juga baju skolah lu itu..
Kan bisa disimpen buat kenang-kenangan,, atau dikasihin ke yang kagak mampu..
Itu baju lu, kalau yang kagak mampu beli yang bekasan aja mungkin gak punya uang..
Alangkah senengnya mereka kalau lu kasih cuma-cuma..
.
Inget bro,, hidup ini belum selesai sampe SMA..
Kita butuh KULIAH kalau mau cari kerja yang lebih 'terpandang'..
Jangan SOMSE kalau LULUS..
Kasian tuh temen kita yang kagak LULUS..
.
Oke bro..
Mari kita hapuskan budaya CORET MENCORET sebagai AJANG KELULUSAN..
Ingat Bro, kita ANAK TERPELAJAR..
Kemarin sepulang dari
kuliah saya melihat sekelompok anak SMA / SMK (saya kurang tahu pasti)
sedang melakukan coret-coratan seragam sekolahnya dipinggir jalan.
Langsung terbesit dipikran saya "hah.. udah coret-coretan? emangnya udah
pengumuman kelulusan? Perasaan baru selesai Ujian Nasional (UN)".
Terlihat dengan senangnya mereka saling mencorat coret seragam sekolah
satu sama lain, kemudian rambut dan wajah meraka pun tak luput dari
coretan baik dari spidol ataupun Pilox. Setelah itu, mereka mengendarai
sepeda motor dengan berboncengan, akan tetapi satu motor ditumpangi 3
sampai 4 orang. Bakankah itu suatu membahayakan?, apalagi mereka tidak
memakai pelindung berkerdara seperti helm. Lalu satu hal yang saya tak
habis pikir, ada beberapa perempuan yang ikut menumpangi sepeda motor
tersebut. Dengan seragam penuh coretan, rambut berwarna merah karena
disemprot dengan pilox, dan lebih parahnya lagi dengan paha terbuka.
Saya pikir itu merupakan hal yang memalukan dan bisa dikatakan NORAK,
karena tak sepantasnya selaku pelajar melakukan demikian. Banyak dampak
negatifnya dari aksi corat-coret diantaranya yaitu dapat menggangu
kenyamanan publik, dapat mencelakakan diri sendiri dengan berkendara
motor beramai-ramai tanpa menggunakan pelindung berkendara , merugikan
diri sendiri dan orang lain. Opini di masyarakat khususnya pelajar
coret-coretan suatu aksi mengekspresikan kebahagian atas selesainya
ujian ataupun kelulusan, bahkan ada sebagian pendapat "ga coret coret ga
berkesan" . Padahal bila di pikir secara logika, belum tentulah mereka
lulus dari ujian toh pengumuman kelulusan ujiannya saja belum keluar, ko
sudah main corat-coret saja. Sebenernya banyak tindakan positif yang
dapat dilakukan untuk mengekspresikan kebahagiaan tersebut diantaranya
dengan cara bersyukur kepada Tuhan YME, kemudin bersilaturahmi pada para
Guru untuk mengucapkan terima kasih , menyumbangkan seragam atau
alat-alat tulis yang masih bagus kepada anak yang kurang mampu ataupun
berekreasi ke suatu tempat seperti pegunungan, pantai, dll. Semaoga pola
pikir pelajar kedepannya akan berubah kearah yang positif agar aksi
coret coretan tidak marak dilakukan kembali.
Semoga Bermanfaat :)
By Faisal Abriansyah
Faisal Abriansyah
/faisalabrian
Faisal Abriansyah lahir 5 oktober 1992.
Selengkapnya...
IKUTI
Share
12
0
0
K
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/faisalabrian/coret-coretan-norak_550ffddca33311c639ba7eb6
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/faisalabrian/coret-coretan-norak_550ffddca33311c639ba7eb6
Kemarin sepulang dari
kuliah saya melihat sekelompok anak SMA / SMK (saya kurang tahu pasti)
sedang melakukan coret-coratan seragam sekolahnya dipinggir jalan.
Langsung terbesit dipikran saya "hah.. udah coret-coretan? emangnya udah
pengumuman kelulusan? Perasaan baru selesai Ujian Nasional (UN)".
Terlihat dengan senangnya mereka saling mencorat coret seragam sekolah
satu sama lain, kemudian rambut dan wajah meraka pun tak luput dari
coretan baik dari spidol ataupun Pilox. Setelah itu, mereka mengendarai
sepeda motor dengan berboncengan, akan tetapi satu motor ditumpangi 3
sampai 4 orang. Bakankah itu suatu membahayakan?, apalagi mereka tidak
memakai pelindung berkerdara seperti helm. Lalu satu hal yang saya tak
habis pikir, ada beberapa perempuan yang ikut menumpangi sepeda motor
tersebut. Dengan seragam penuh coretan, rambut berwarna merah karena
disemprot dengan pilox, dan lebih parahnya lagi dengan paha terbuka.
Saya pikir itu merupakan hal yang memalukan dan bisa dikatakan NORAK,
karena tak sepantasnya selaku pelajar melakukan demikian. Banyak dampak
negatifnya dari aksi corat-coret diantaranya yaitu dapat menggangu
kenyamanan publik, dapat mencelakakan diri sendiri dengan berkendara
motor beramai-ramai tanpa menggunakan pelindung berkendara , merugikan
diri sendiri dan orang lain. Opini di masyarakat khususnya pelajar
coret-coretan suatu aksi mengekspresikan kebahagian atas selesainya
ujian ataupun kelulusan, bahkan ada sebagian pendapat "ga coret coret ga
berkesan" . Padahal bila di pikir secara logika, belum tentulah mereka
lulus dari ujian toh pengumuman kelulusan ujiannya saja belum keluar, ko
sudah main corat-coret saja. Sebenernya banyak tindakan positif yang
dapat dilakukan untuk mengekspresikan kebahagiaan tersebut diantaranya
dengan cara bersyukur kepada Tuhan YME, kemudin bersilaturahmi pada para
Guru untuk mengucapkan terima kasih , menyumbangkan seragam atau
alat-alat tulis yang masih bagus kepada anak yang kurang mampu ataupun
berekreasi ke suatu tempat seperti pegunungan, pantai, dll. Semaoga pola
pikir pelajar kedepannya akan berubah kearah yang positif agar aksi
coret coretan tidak marak dilakukan kembali.
Semoga Bermanfaat :)
By Faisal Abriansyah
Faisal Abriansyah
/faisalabrian
Faisal Abriansyah lahir 5 oktober 1992.
Selengkapnya...
IKUTI
Share
12
0
0
K
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/faisalabrian/coret-coretan-norak_550ffddca33311c639ba7eb6
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/faisalabrian/coret-coretan-norak_550ffddca33311c639ba7eb6

Tidak ada komentar:
Posting Komentar