PERMASALAHAN BISNIS
Dalam kondisi saat ini dunia bisnis tentu mengalami banyak permasalahan karena jalan oprasi nya tersendat saat pandemi wabah corona ini, disini kita pahami beberapa masalah yang sedang menggejolak di dunia bisnis Diantaranya:
1. Sistem produksi Terhambat dengan adanya social distance
2. Jalur distribusi terhambat karena pembatasan akses transfortasi dll
3. penjualan produk / jasa menurun
4. Pemutusan hubungan Kerja ( PHK ) besar besaran
maka dengan adanya pandemi wabah covid-19 ini maka seluruh bisnis harus bisa beradaptasi
Saat terjadi perubahan besar, seringkali yang bertahan BUKAN mereka yang paling kuat. Tapi mereka yang pandai menyesuaikan diri dan beradaptasi. Lihatlah sejarah yang sudah-sudah, maka teman-teman akan menemukan benang merahnya.
Ketika pandemi seperti ini, kita harus mengingatkan teman-teman dan kerabat-kerabat kita. Ada perubahan dan penyesuaian dalam menjalankan bisnis. Kadang varian tertentu perlu dihadirkan. Kadang produk lama perlu digantikan.
Misal, jasa travel. Mungkin saat ini harus shift dulu, ke kuliner atau produk kesehatan. Begitu juga hotel. Mungkin saat ini harus menawarkan jasa katering, jasa laundry, dan jasa karantina (untuk memanfaatkan kamar-kamarnya).
Restoran menengah-atas? Yang biasanya makan di tempat, mungkin saat ini harus menawarkan jasa delivery dan katering. Demikian pula bisnis-bisnis lainnya. Jangan gengsian untuk berubah.
ayo lakukan perubahan dan penyesuaian. maka langkah yang tepat saat ini adalah dengan beralih dengan online
BAGAIMANA MEMBUAT BISNIS BERTAHAN SAAT WABAH CORONA
1. Fokus pada online food delivery
Seperti yang diketahui, imbauan untuk tidak keluar rumah adalah sesuatu yang harus diindahkan, sebab hal ini terbukti ampuh untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona.
Lantas, apa dampaknya pada bisnis F&B? Bagi Anda yang memiliki outlet offline, akan sangat mungkin outlet Anda sepi karena memang pelanggan lebih memilih di rumah saja.
Agar bisnis tetap bertahan saat wabah corona, lebih baik Anda fokus pada online food delivery saja guna memudahkan pelanggan untuk tetap bisa menikmati santapan dari restoran atau kedai Anda.
Apabila Anda tidak memiliki jasa delivery langsung, daftarkan saja restoran atau kedai Anda di GoFood dan GrabFood. Ini adalah dua aplikasi andalan pelanggan ketika lapar melanda.
Dengan terdaftarnya bisnis F&B Anda di dua aplikasi tersebut, Anda bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, memberi diskon khusus, hingga memudahkan pelanggan untuk menikmati menu-menu pilihan tanpa harus keluar rumah. Dengan demikian, Anda tetap bisa meraup pendapatan.
Jangan lupa, promosikan bisnis F&B Anda di media sosial dan beri tahu pelanggan Anda bahwa kini mereka bisa memesan makanan dan minuman lewat GoFood dan GrabFood.

2. Sarankan pelanggan untuk menggunakan mobile payment
WHO mengatakan, ada kemungkinan bahwa infeksi mematikan dari virus corona bisa saja berasal dari uang tunai, sebab uang tunai sering berpindah tangan dan bisa menjadi sarang bakteri serta virus.
"Kami menyarankan semua orang untuk segera mencuci tangan setelah memegang uang kertas dan jangan menyentuh wajah," ujar WHO, seperti dikutip dari Kompas.com.
WHO juga menyaraknan supaya sebaiknya masyarakat menggunakan mobile payment atau pembayaran nontunai. Namun, bukan berarti mereka menyarankan untuk tidak menggunakan uang tunai sama sekali.
Nah, bagi Anda para pemilik bisnis, tidak ada salahnya mengikuti anjuran dari WHO tersebut. Dengan menggunakan mobile payment, Anda, karyawan, maupun pelanggan bisa sama-sama meminimalisir risiko terkena dampak wabah tersebut.
Namun, ada hal penting yang perlu diingat oleh para pemilik bisnis ketika menggunakan mobile payment, yakni pilihlah alat atau aplikasi yang mampu menerima semua jenis pembayaran. Mulai dari Gopay, OVO, Dana, AkuLaku, Kredivo, dan WeChat Pay.
Di sisi lain, ada 5 manfaat penting yang bisa didapat bisnis ketika menerapkan mobile payment, yakni
- memberi kemudahan dan kenyamanan pada pelanggan,
- lebih aman,
- transaksi lebih cepat diproses,
- dapat menganalisis kebiasaan berbelanja pelanggan dengan lebih mudah, dan
- membuat bisnis jadi lebih modern dan meja kasir Anda pun lebih rapi.
.jpg?width=1000&name=mobile%20payment%20-%20pembayaran%20digital%20(1).jpg)
3. Analisis strategi bisnis
Selagi Anda #DiRumahAja, mungkin Anda memiliki lebih banyak waktu luang dibanding biasanya. Ini adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk menganalisis strategi bisnis yang telah Anda jalani.
Sebagai contoh, pada Q4 tahun 2019, Anda mengeluarkan budget sebesar Rp50 juta untuk mempromosikan bisnis fashion Anda, yang mana berdampak pada peningkatan penjualan sebesar 30%. Bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, ternyata penjualannya lebih sedikit, meski budget yang dikeluarkan sama.
Dari real case tersebut, Anda bisa menganalisis lebih jauh dengan cara menjawab pertanyaan di bawah ini:
- Promosi apa saja yang dilakukan dan mana yang paling efektif?
- Apabila budget-nya ditambah atau dikurangi akan berpengruh terhadap penjualan?
- Produk apa saja yang paling laku dan dari mana pembeli datang? Media sosial, website, atau e-commerce?
Apabila Anda ingin mengakses berbagai data penjualan harian secara lengkap, Anda pun bisa melihatnya dari Backoffice Moka agar Anda tak perlu menganalisisnya satu per satu.

4. Perdalam ilmu bisnis
Ada banyak sumber yang menyediakan berbagai materi dan ilmu mengenai bisnis, baik yang gratis maupun berbayar. Bagi Anda para pebisnis yang tetap ingin bertahan saat wabah corona, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya untuk menimba lebih banyak ilmu.
Anda bisa mendapatkan materi soal bisnis dari blog, e-book, media sosial, video, webinar, hingga podcast.

5. Tunjukkan komitmen Anda pada pelanggan
Saat wabah corona merebak dan bisnis berada dalam posisi sulit, inilah saat yang tepat bagi Anda untuk meningkatkan kembali kepercayaan pelanggan. Yakinkan mereka bahwa bisnis Anda berkomitmen untuk tetap memenuhi kebutuhan pelanggan.
Bagaimana caranya? Misal, apabila pelanggan tidak bisa datang ke restoran Anda secara langsung, gunakanlah jasa GoFood dan GrabFood seperti yang telah disebutkan pada poin pertama.
Dengan tetap meningkatkan kualitas produk serta layanan bisnis, pelanggan akan tahu bahwa Anda akan dengan senang hati dan siap sedia memenuhi kebutuhan mereka.

6. Tetap transparan dalam berbisnis
Ada cara lain yang bisa Anda lakukan untuk tetap membuat pelanggan percaya pada bisnis Anda, yakni tetaplan transparan.
Sebagai contoh, Anda adalah seorang pebisnis ritel yang menjual berbagai jenis hijab. Berdasarkan Data Internal Moka, hijab merupakan produk ritel fashion yang paling banyak diburu.
Nyatanya, wabah corona menyebabkan keterlambatan dalam pengiriman produk kepada pelanggan. Dari yang biasanya hanya dalam 3 hari kerja, sekarang bisa sampai 2 minggu kerja.
Supaya pelanggan tidak bertanya-tanya atau komplain kepada Anda, infokan dengan jujur mengenai adanya keterlambatan tersebut dan estimasi kapan barang akan sampai.
